Laa Tahzan
Pernah baca buku Laa Tahzan? ya, benar. Buku ini termasuk best seller yang penulisnya adalah DR. 'Aidh Al Qarni. Beliau adalah penulis paling produktif di Arab Saudi saat ini. Tapi buka tentang buku yang ingin saya tulis pada blog ini, melainkan tentang tema dari sebuah Konser amal Nasyid yang di selenggarakan Universitas Yarsi, di Istora Senayan (28 Mei 2006) dengan tema Laa Tahzan yang artinya Jangan bersedih.
Konser amal 2 sesi ini menampilkan tim nasyid-tim nasyid dari dalam negeri, dengan dua bintang tamu tim nasyid dari negeri jiran malaysia, yaitu Rabbani dan Brother.
Sebenarnya Konser amal ini bertujuan untuk menggalang dana kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palestina, tapi dengan adanya Gempa Jogya yang terjadi sehari sebelum konser diadakan, maka dana yang terkumpul sebagian dibagikan juga untuk saudara kita di Jogyakarta agar dapat meringankan sedikit beban mereka dan menjaga mereka dengan keimanan mereka sekarang.
Konser berlangsung sangat syahdu, di liputi duka saudara kita di Jogya, dan Palestina. Tidak banyak penonton yang datang, oleh karena itu banyak dari penonton yang sudah memesan tiket, harus rela mengikhlaskan tiketnya untuk diberikan kepada orang lain atau hangus begitu saja karena harus sesegera mungkin tiba di Jogya yang merasa punya kerabat dan keluarga disana. Atau ada sebagian yang menjadi tim relawan ke sana. Tapi Alhamdulillah, dengan ijin Allah konser berlangsung baik.
Nasyid yang dinyanyikan tak lupa diawali dengan takbir dari tim nasyid dan pembawa acara. Dengan sepatah dua patah kata Tausyiah dari Ust. Yusuf Mansur, dan penggalangan dana.
Dana yang terkumpul sebesar Rp 7.035.000+2 cincin emas.
Konser ini sangat tepat dengan situasi sekarang, dengan tema Laa Tahzan yang artinya jangan bersedih, mengingat Kondisi saudara kita di Jogya dan sekitarnya untuk jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Anggap ini suatu ujian keimanan kita. Semua yang ada di bumi tidak akan kekal. Anggap hikmah dari semua ini adalah Allah masih sayang kepada kita semua. "Tidak akan diuji suatu kaum, sesuai dengan kemampuannya."
Allah Maha Mengetahui, semakin berat ujian, semakin kuat iman kita. Insyaallah..
"Allah ma 'ana..Allah bersama kita."
Allahu Akbar.....

